Entry: Catatan Kecil Selama Sembilan Hari Dirawat di Rumah Sakit Monday, June 22, 2009



Dari tanggal 9 sampai 18 Juni 2009 kemarin, aku diopname di RS Siloam Kebon Jeruk. Sebelumnya sudah berobat jalan karena maag, tapi ternyata seminggu kemudian harus masuk rumah sakit. Diagnosanya adalah infeksi usus (gastroduodenitis?). Gak nyangka, ternyata bakal lama, 9 hari bo' , di RS. Kirain paling lama seminggu. Penyebab lamanya antara lain karena suhu tubuhku tidak stabil. Diperkirakan infeksi masih berlangsung.

Cerita pahitnya adalah, aku jenuh berat tidak bisa jalan-jalan bahkan di sekitar RS, karena diinfus terus. Dan infusnya pun sampai empat kali ganti suntikan. Lusinan infusan, suntikan obat, vitamin, dan antibiotik (agak-agak lebay yaa..). And the food were so plain, it was awful since I had to follow strict dietaries rule.

Ada yang sedikit menarik selama dirawat. Berhubung cuma beristirahat aja, bed rest, aku selain baca-baca buku juga jadi rajin nonton TV. Selain yang rutin chanel Discovery Travel and Living dan saluran-saluran berita, aku jadi rajin nonton back-to-back episodes dari serial Friends dan The Nanny, tayangan infotainment plus reality show-reality show dari stasiun-stasiun lokal. Walopun berita tentang Manohara Odelia sudah heboh dari 1-2 bulan sebelumnya, aku baru di RS itu tuh lihat langsung (via TV maksudnya) seperti apa sih Manohara itu. Sampai terakhir yang bikin heboh lagi adalah berita Cici Paramida yang dibohongin (lagi) ama suaminya. Hmm ada-ada aja…Btw, jadi ikutan emosi tuh nontonnya dan bersimpati pada Cici Big Smile.

Terus aku juga sempat lihat satu-dua kali tayangan-tayangan seperti Duit Kaget, Bedah Rumah, Tukar Nasib, etc, yang menurut review-review yang pernah aku baca lebih berniat untuk mengkomersilkan derita kemiskinan ketimbang mencari solusi dari kemiskinan itu sendiri. Juga ada reality show seperti Termehek-Mehek dan Masihkah Kau Mencintaiku yang aku agak ragu, benarkah itu semua kisah nyata?

Jujur, aku jadi tertarik dengan acara Masihkah Kau Mencintaiku, dan aku sempat dua episode mengikuti sampai habis. Sebelumnya sudah pernah mendengar bahwa acara ini cukup banyak peminatnya. Seperti pada episode "Aku Dipisahkan dari Anak dan Istriku". Intinya dua belah pihak keluarga yang bertikai dipertemukan (wajah mereka semua ditutupi topeng ala Zorro). Ada sepasang suami istri yang berasal dari dua keluarga yang berbeda strata sosial sangat jauh. Sang suami seorang yatim dan dibesarkan oleh ibunya yang cuma seorang pedagang sayur miskin di kampung sementara sang istri anak seorang pengusaha kaya pemilik beberapa perusahaan. Sang suami, sebut saja hmm siapa yah, lupa, Romi aja kali yaa.., seorang yang pintar, lulusan terbaik waktu Sarjana dan diterima sebagai PNS di Jakarta. Sang istri, kalau tidak salah namanya Retno, merasa yakin dg pilihannya terhadap suaminya itu. Romi berulangkali dikatakan nekad oleh pembawa acara, Helmy Yahya, karena menikahi Retno yang cantik, kaya, dan jauh tingkat sosial-ekonominya. Bapak dari Retno tidak memasalahkan pilihan anaknya dan menerima dengan baik lamaran Romi. Tidak demikian dengan si Ibu dari Retno. Bahkan setelah tujuh tahun pernikahan mereka dan dikaruniai anak. Ibu Retno selalu mengomeli Romi dan memaksa Romi untuk mencari pekerjaan sampingan selain sebagai PNS. Ibu dan kakak Retno selalu menghalangi Retno jika diajak Romi untuk pindah ke rumah kontrakan kecil dengan alasan Romi tidak mungkin akan menyejahterakan anak dan istrinya. Di sini, gue ikutan emosi, lah kan sudah nikah, setuju membangun bahtera rumah tangga, walaupun kakak-adik dan orangtua tidak berhak ikut campur lagi selain memberikan saran!

Kata-kata yang dilontarkan ibu Retno sangat mencengangkan, rasanya sangat kasar, tidak masuk akal, dan seperti tidak beriman. Masak sih hari gini masih ada yang berpikir sedemikian picik seperti itu, atau apakah gue yang terlalu naif ya?

Contoh kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan ibu Retno:

  • Berapa sih gaji PNS itu?
  • Kamu nyadar dong! Kita ini kan keluarga kaya!
  • Kasih aja tuh ibu kamu yang miskin sembako-sembako jatah PNS kamu itu, kita gak butuh kok. (Saat itu si besan ibu sombong ini cuma menangis tersedu-sedu dan berulangkali berkata, iya, iya saya cuma seorang miskin…),
  • dll, dsb…

Singkat cerita, pada akhirnya ayah Retno berkata di hadapan pemirsa dan keluarganya, bahwa ia muak dengan sikap istri dan anak perempuannya (kakak Retno) dan bahwa ia akan mewariskan perusahaannya kepada Retno dan suaminya. Hah! Sedramatis itu ya?! Sementara ibu dan kakak Retno menangis-nangis memeluk ayah Retno. Hal ini jelas mengharu-birukan pemirsa, termasuk aku.

Aku harus mengakui ada banyak juga hal yang bisa dipelajari dari kisah ini. Mengenai cinta, berkeluarga, dedikasi, komitmen, keadilan Illahi, dll. Yang masih tertinggal di benakku adalah, benarkah kisah seperti ini kisah nyata dengan pemeran-pemeran yang juga nyata? Kalau iya benar, wah, ternyata banyak juga yah kisah-kisah yang rasanya aneh tapi nyata, juga beragam karakter yang ajaib.

Ada lagi sedikit hikmah yang bisa aku ambil dari tayangan-tayangan reality show dan infotainment, diluar efek-efek negatif yang disinyalir banyak orang, bahwa jangan selalu melihat ke atas, masih banyak yang lebih kurang beruntung dari kita hidupnya, bahkan untuk seorang artis seperti Cici Paramida!

Ah, sudah dulu yah catatan kecilku  kali ini, panjang ternyata. Tumben nih nulis segini banyak, habis aku agak-agak puyeng juga dengan kerjaan kantor hari ini dimana setumpuk email sudah menanti setelah ditinggal dua minggu. Bingung, mau memprioritaskan yang mana dulu, jadinya malah nyempet-nyempetin nge-blog.


   1 comments

ime'...
August 19, 2009   11:31 PM PDT
 
eh tha, gue juga pernah kena penyakit itu :) setahun yang lalu pas piala dunia :D mmm... kurang lebih 9 hari juga. abis dari RS, gue berobat jalannya lebih lama lagi, ada kali satu bulan :D

hehehhe... ati-ati, tha, jangan sampe' sakit ya :)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments