<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from artha_tatha. Make your own badge here.

My Friends' Blogs:

My Friendster
My Friendster's Blog
Basuki E.P. (Aalborg)
Dessy (Den Haag)
Dydy (Pennsylvania)
Echie (Singapore)
ElektroUI95
Iche Frazana (Jakarta)
Ime' (Jakarta)
Indres (London)
Indres' Books n Movies
Inga (Jakarta)
Muhy (Enschede)
Okta (Jakarta)
Vivi (Eindhoven)
Winahyo(Jakarta)
Wisnu (Tokyo)







If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, June 22, 2009
Catatan Kecil Selama Sembilan Hari Dirawat di Rumah Sakit

Dari tanggal 9 sampai 18 Juni 2009 kemarin, aku diopname di RS Siloam Kebon Jeruk. Sebelumnya sudah berobat jalan karena maag, tapi ternyata seminggu kemudian harus masuk rumah sakit. Diagnosanya adalah infeksi usus (gastroduodenitis?). Gak nyangka, ternyata bakal lama, 9 hari bo' , di RS. Kirain paling lama seminggu. Penyebab lamanya antara lain karena suhu tubuhku tidak stabil. Diperkirakan infeksi masih berlangsung.

Cerita pahitnya adalah, aku jenuh berat tidak bisa jalan-jalan bahkan di sekitar RS, karena diinfus terus. Dan infusnya pun sampai empat kali ganti suntikan. Lusinan infusan, suntikan obat, vitamin, dan antibiotik (agak-agak lebay yaa..). And the food were so plain, it was awful since I had to follow strict dietaries rule.

Ada yang sedikit menarik selama dirawat. Berhubung cuma beristirahat aja, bed rest, aku selain baca-baca buku juga jadi rajin nonton TV. Selain yang rutin chanel Discovery Travel and Living dan saluran-saluran berita, aku jadi rajin nonton back-to-back episodes dari serial Friends dan The Nanny, tayangan infotainment plus reality show-reality show dari stasiun-stasiun lokal. Walopun berita tentang Manohara Odelia sudah heboh dari 1-2 bulan sebelumnya, aku baru di RS itu tuh lihat langsung (via TV maksudnya) seperti apa sih Manohara itu. Sampai terakhir yang bikin heboh lagi adalah berita Cici Paramida yang dibohongin (lagi) ama suaminya. Hmm ada-ada aja…Btw, jadi ikutan emosi tuh nontonnya dan bersimpati pada Cici Big Smile.

Terus aku juga sempat lihat satu-dua kali tayangan-tayangan seperti Duit Kaget, Bedah Rumah, Tukar Nasib, etc, yang menurut review-review yang pernah aku baca lebih berniat untuk mengkomersilkan derita kemiskinan ketimbang mencari solusi dari kemiskinan itu sendiri. Juga ada reality show seperti Termehek-Mehek dan Masihkah Kau Mencintaiku yang aku agak ragu, benarkah itu semua kisah nyata?

Jujur, aku jadi tertarik dengan acara Masihkah Kau Mencintaiku, dan aku sempat dua episode mengikuti sampai habis. Sebelumnya sudah pernah mendengar bahwa acara ini cukup banyak peminatnya. Seperti pada episode "Aku Dipisahkan dari Anak dan Istriku". Intinya dua belah pihak keluarga yang bertikai dipertemukan (wajah mereka semua ditutupi topeng ala Zorro). Ada sepasang suami istri yang berasal dari dua keluarga yang berbeda strata sosial sangat jauh. Sang suami seorang yatim dan dibesarkan oleh ibunya yang cuma seorang pedagang sayur miskin di kampung sementara sang istri anak seorang pengusaha kaya pemilik beberapa perusahaan. Sang suami, sebut saja hmm siapa yah, lupa, Romi aja kali yaa.., seorang yang pintar, lulusan terbaik waktu Sarjana dan diterima sebagai PNS di Jakarta. Sang istri, kalau tidak salah namanya Retno, merasa yakin dg pilihannya terhadap suaminya itu. Romi berulangkali dikatakan nekad oleh pembawa acara, Helmy Yahya, karena menikahi Retno yang cantik, kaya, dan jauh tingkat sosial-ekonominya. Bapak dari Retno tidak memasalahkan pilihan anaknya dan menerima dengan baik lamaran Romi. Tidak demikian dengan si Ibu dari Retno. Bahkan setelah tujuh tahun pernikahan mereka dan dikaruniai anak. Ibu Retno selalu mengomeli Romi dan memaksa Romi untuk mencari pekerjaan sampingan selain sebagai PNS. Ibu dan kakak Retno selalu menghalangi Retno jika diajak Romi untuk pindah ke rumah kontrakan kecil dengan alasan Romi tidak mungkin akan menyejahterakan anak dan istrinya. Di sini, gue ikutan emosi, lah kan sudah nikah, setuju membangun bahtera rumah tangga, walaupun kakak-adik dan orangtua tidak berhak ikut campur lagi selain memberikan saran!

Kata-kata yang dilontarkan ibu Retno sangat mencengangkan, rasanya sangat kasar, tidak masuk akal, dan seperti tidak beriman. Masak sih hari gini masih ada yang berpikir sedemikian picik seperti itu, atau apakah gue yang terlalu naif ya?

Contoh kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan ibu Retno:

  • Berapa sih gaji PNS itu?
  • Kamu nyadar dong! Kita ini kan keluarga kaya!
  • Kasih aja tuh ibu kamu yang miskin sembako-sembako jatah PNS kamu itu, kita gak butuh kok. (Saat itu si besan ibu sombong ini cuma menangis tersedu-sedu dan berulangkali berkata, iya, iya saya cuma seorang miskin…),
  • dll, dsb…

Singkat cerita, pada akhirnya ayah Retno berkata di hadapan pemirsa dan keluarganya, bahwa ia muak dengan sikap istri dan anak perempuannya (kakak Retno) dan bahwa ia akan mewariskan perusahaannya kepada Retno dan suaminya. Hah! Sedramatis itu ya?! Sementara ibu dan kakak Retno menangis-nangis memeluk ayah Retno. Hal ini jelas mengharu-birukan pemirsa, termasuk aku.

Aku harus mengakui ada banyak juga hal yang bisa dipelajari dari kisah ini. Mengenai cinta, berkeluarga, dedikasi, komitmen, keadilan Illahi, dll. Yang masih tertinggal di benakku adalah, benarkah kisah seperti ini kisah nyata dengan pemeran-pemeran yang juga nyata? Kalau iya benar, wah, ternyata banyak juga yah kisah-kisah yang rasanya aneh tapi nyata, juga beragam karakter yang ajaib.

Ada lagi sedikit hikmah yang bisa aku ambil dari tayangan-tayangan reality show dan infotainment, diluar efek-efek negatif yang disinyalir banyak orang, bahwa jangan selalu melihat ke atas, masih banyak yang lebih kurang beruntung dari kita hidupnya, bahkan untuk seorang artis seperti Cici Paramida!

Ah, sudah dulu yah catatan kecilku  kali ini, panjang ternyata. Tumben nih nulis segini banyak, habis aku agak-agak puyeng juga dengan kerjaan kantor hari ini dimana setumpuk email sudah menanti setelah ditinggal dua minggu. Bingung, mau memprioritaskan yang mana dulu, jadinya malah nyempet-nyempetin nge-blog.


Posted at 08:19 pm by artha-s-a
(1)Comments  

Tuesday, March 17, 2009
Kamu

Kamu laksana sebuah lukisan indah yang tergantung di sebuah sudut di bilik hatiku.

Tapi akankah kamu akan turut mengalir bersama darahku, melewati jantungku, setiap pembuluh darahku, nadiku,…

Hingga meneguhkan nafasku, memberi binar pada mataku, mengguratkan senyum pada bibirku, membuat tanganku menari-nari dan kakiku melangkah riang?

Posted at 08:26 pm by artha-s-a
(2)Comments  

Tuesday, March 03, 2009
Wondering

One question came accross my mind:
"Is love  a gift from God, or is it something that has to be fight for?"

I have no idea whether somebody could answer it nor the answer will be right or wrong...

Posted at 01:41 am by artha-s-a
(2)Comments  

Monday, February 23, 2009
Weekly Meeting

Tomorrow there will be my first Sales Meeting with our new Operation Manager after the reorganization in our Segment.

Looking forward to his explanation on our responsibilities, the sales process between the Account Managers and Technical Sales, and our target within this year.

P.S.  Well.. I am working on my own personal development target too within this year, ^_~, wink...



Posted at 06:05 pm by artha-s-a
(1)Comments  

Monday, January 05, 2009
Luna by Alessandro Safina


Luna tu
Quanti sono i canti che hai ascoltato gia
Desideri che attraverso i secoli
Han solcato il cielo per raggiungerti
Porto per poeti che non scrivono
E che il loro sennospesso perdono
Tu accogli i sospiri di chi spasima
E regali un sogno ad ogni anima
Luna che mi guardi adesso ascoltami

Only you can hear my soul, only you can hear my soul

Luna tu
Che conosci il tempo delléternita
E il sentiero stretto della verita
Fa piu luce dentro questo Cuore mio
Questo cuore d'uomo che non sa, non sa

Che l'amore puo nascondere il dolore
Come un fuoco ti puo brucaire l'amima

Only you can hear my soul, only you can hear my soul

Luna tu
Tu rischiari il cielo e la sua immensita
E ci mostri solo la meta che vuoi
Come poi facciama quasi sempre noi
Angeli di creta che non volano
Anime di carta che si incendiano
Couri come foglie che poi cadono
Sogni fatti d'aria che svaniscono
Figli della terra e figli tuoi che sai

Che l'amore puo nascondere il dolore
Che l'amore puo nascondere il dolore

Come un fuoco ti puo brucaire l'amima
Come un fuoco ti puo brucaire l'amima
Come un fuoco ti puo brucaire l'amima

Alba lux, diva mea, diva es silentissima

Ma e con l'amore che respira il nostro cuore
E la forza che tutto muove e illumina

Choeur: Only you can hear my soul, only you can hear my soul

Alba lux, diva mea, diva es silentissima

Posted at 03:50 pm by artha-s-a
Add a comment?  

Wednesday, October 15, 2008
Iljimae

Aku lagi suka banget nonton film-film Saeguk, atau kolosal, dari Korea. Kalau dulu sih suka banget dengan film-film kungfu Mandarin. Tapi rasanya serial saeguk Korea ini lebih masuk akal ceritanya ketimbang serial-serial Mandarin yang kadang-kadang jagoannya tuh tiba-tiba bisa jago, misalnya dengan ketemu kitab ajaib.  

Yang terakhir serial Korea yang aku nonton tuh Iljimae. Semalam selesai nonton. Tapi, kok akhirnya gitu sih.. Aku kecewa ahh, aigoo... Kok gak diceritain detil sih nasib kelanjutan tiap-tiap tokoh utamanya, terutama si Iljimae, alias Geom, alias Ryung. Tapi teteup, menurutku serial ini termasuk salah satu yang ok, gak nyesel nontonnya.

Posted at 06:10 pm by artha-s-a
(3)Comments  

Friday, August 15, 2008
Teman

Ternyata gue tuh punya banyak teman yah, dimana saja, benua mana saja, dengan berbagai macam type. Ah senang, alhamdulillah Smile. Gue mau kemana aja kayaknya ada aja teman yang bisa nemenin.

Posted at 03:25 pm by artha-s-a
(1)Comments  

Tuesday, April 15, 2008
Enid Blyton's Mystery Series/Five Find-Outers and Dog

I am a big fan of Enid Blyton and all of her characters made. Having a chat with my little sis last night, then I started to look up again my Enid's collection. Not that complete anymore as I used to have. I especially love very much the Mystery Series or Five Find-Outers and Dog (Pasukan Mau Tahu, Indonesia), Malory Towers, and Saint Clare. I even bought the second published of those series. The first were when I still in elementary and Junior High and the second were published when I was in college already. And I started today surfing in Internet and found this interesting link: Enidblyton.net (Yeah, in between my work I did the surfing Wink).

Wow, what a reminiscence, as I started to read again one of the Five Find-Outers. I never get bored reading them. I don't know what strucked me most ever since I read Enid's books. Is it because of the characters, the feeling of adventures, or the different environment as I felt as a kid in Indonesia? I started reading her books maybe around when I was in Third Grade. And I was astonished ever since with Enid's books.


Posted at 09:45 pm by artha-s-a
(1)Comments  

Next Page