<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28



www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from artha_tatha. Make your own badge here.

My Friends' Blogs:

Basuki E.P. (Aalborg)
Dessy (Den Haag)
Dydy (Pennsylvania)
Echie (Singapore)
ElektroUI95
Iche Frazana (Jakarta)
Ime' (Jakarta)
Indres (London)
Indres' Books n Movies
Inga (Jakarta)
Muhy (Enschede)
Okta (Jakarta)
Vivi (Eindhoven)
Winahyo(Jakarta)
Wisnu (Tokyo)







If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Tuesday, January 19, 2010
Mulka, My Angel

Really miss my nephew :'(. Haven't seen him for quite some time. Today is exactly his sixteen month old. May Allah always guide you, my angel. Till we meet again -Puang Tatha loves Mulka always-




Posted at 04:04 pm by artha-s-a
Add a comment?  

Sunday, January 10, 2010
Sepotong Doa

Kata seorang teman, berdoa itu harus, jelas, spesifik, dan penuh percaya diri.

Ok deh, sejujur-jujurnya aku menyampaikan doa kepada Allah:

Bismillah...

Ya Allah, berikanlah aku tahun ini seorang suami soleh yang menjadi imamku, qurrata 'ain-ku, kekasihku, ayah dari anak-anakku kelak yang menjadikan rumah tangga kami penuh kebahagiaan dan keberkahan dunia-akhirat, serta terjaga iman, agama, dan ibadah kami.

Amiien, Ya Illahi.

Posted at 12:15 am by artha-s-a
Add a comment?  

Wednesday, January 06, 2010
Menganggarkan Bantuan Sosial

Berikut tips yang sederhana dan praktis, tapi cukup menyentil saat aku dengar di radio dan membacanya dari web. Mulai dari kata 'MAMPU', anggaran rutin diriku pribadi yang rasanya masih acak-adul, dan pengeluaran lifestyle yang (mungkin) nggak banget deh. Ya Allah, mampukan aku untuk dapat memenuhi semua kebutuhan-kebutuhanku, mampukan aku untuk membantu orangtua dan sanak saudara serta sesama yang membutuhkan. Amiien, Ya Rabb.

Dikutip dan disarikan dari:

Ligwina Poerwo Hananto
CEO Quantum Magna Financial
Independent Financial Planner
www.tujuanloapa.com

Kata kunci disini adalah 'mampu'. Ketika Anda dalam kondisi keuangan yang sehat, Anda akan mampu untuk terus menerus memberikan bantuan. Ketika Anda dalam kondisi keuangan yang mapan, Anda akan mampu untuk terus menerus meringankan beban orang lain. Tentunya untuk dapat membantu orang lain terlebih dahulu Anda dapat memenuhi kebutuhan sendiri dulu. Sumbangan sosial adalah salah satu pengeluaran rutin kita. Maka jika kita ingin dapat secara konsisten membantu sesama, kita perlu mengelola bantuan sosial dengan baik.

  1. Anggaran Pengeluaran Sosial

Pengeluaran bulanan kita terbagi menjadi empat bagian. Yakni investasi bulanan, cicilan bulanan, pengeluaran rutin, dan pengeluaran lifestyle. Pengeluaran sosial ini masuk sebagai salah satu pengeluaran rutin.

            Seperti juga pengeluaran-pengeluaran lain, kita perlu menyusun besarnya anggaran yang ditentukan dalam pengeluaran sosial ini. Ada berbagai sebutan untuk sumbangan sosial ini. Bagi Anda yang muslim tentu mengenal zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Karena itu besarnya sumbangan sosial ditentukan dengan ketentuan yang berlaku. Bagi Anda yang non muslim tentu ada sebutan lain sesuai dengan kepercayaan yang berlaku. Tentukanlah besarnya pengeluaran sosial ini pada saat menyusun anggaran bulanan. Dengan demikian Anda juga dapat leluasa menyusun pengeluaran-pengeluaran lain tanpa tertinggal bersedekah.

  1. Teknis Pelaksanaan

Ada dua teknis pelaksanaan saat membayar pengeluaran sosial ini. Pertama, langsung membayarkannya setiap bulan. Misalnya setiap bulan Anda menerima gaji sepuluh juta rupiah. Anda langsung memotong 2,5% sebagai zakat dan memberikannya pada badan amil zakat terdekat. Cara kedua dengan mengumpulkan dulu dana pada rekening terpisah. Jika ada sanak saudara yang membutuhkan bantuan, Anda tinggal mengambil dari pundi ini. Dengan cara ini, Anda dapat memenuhi tanggung jawab mengurusi keluarga inti dan memberikan bantuan pada keluarga sesuai dengan kemampuan.

  1. Pengeluaran Sosial Ekstra

Sekarang, bencana datang bertubi-tubi, bagaimana cara agar kita terus memiliki dana agar dapat membantu? Tips pertama dan kedua sangat membantu Anda untuk menumbuhkan kebiasaan membantu sesama. Tanpa disuruh lagi Anda sudah memotong gaji Anda dan menyetorkannya ke badan-badan resmi. Anda juga sudah memiliki dana standby untuk membantu setiap saat.

Tip ketiga hanya membutuhkan sedikit saja pengorbanan. Anda hanya perlu memperhatikan pengeluaran aneh yang Anda lakukan sehari-hari. Perhatikan berapa besar pengeluaran itu dan bayangkan apa yang dapat Anda lakukan dengan uang tersebut. Ini sebuah kampanye yang pernah dilakukan pengguna komunitas pengguna Twitter dan Indonesia Unite. Kami menggalang dana untuk mengirimkan air minum ke Sumatera Barat. Pendekatan yang kami gunakan dengan membandingkan betapa uang sebesar Rp. 30.000 yang biasa kita gunakan untuk membeli secangkir kopi dapat digunakan untuk membeli 30 liter air minum. Kita bahkan tak perlu memboikot kedai kopi favorit, tapi cuma perlu mengurangi jatah minum kopi sekali saja. Hasilnya sungguh luar biasa.
 

Ternyata ada banyak cara untuk kita dapat membantu. Mampu untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan dan kesulitan. Percayalah bahwa apa yang sedang kita lakukan akan dapat memberi manfaat begitu luas. Dan jika saja kita mampu maka kita akan dapat konsisten memberikan bantuan secara terus menerus.

Finance should be practical.


Posted at 06:03 pm by artha-s-a
Add a comment?  

Monday, January 04, 2010
Can't Help

Can't help fallen (again)...But can't help to keep this big secret too :-|

Posted at 11:09 am by artha-s-a
Add a comment?  

Rindu Ka'bah

Ya Allah,

Hati ini rindu untuk segera mengunjungi lagi rumahMu, tanah suciMu.

Hati ini rindu untuk menyisihkan waktu hanya untuk bertasbih, beribadah, dan memohon ijabah dari Engkau.

Mohon cukupkanlah rejekiku, sehatkanlah aku, dan ringankanlah langkahku sehingga tahun ini aku bisa berkunjung lagi kesana. Semoga kali ini lebih khusuk dan membawa berkah. Amiin Ya Illahi, amiin :-|

Posted at 01:47 am by artha-s-a
Add a comment?  

Monday, June 22, 2009
Catatan Kecil Selama Sembilan Hari Dirawat di Rumah Sakit

Dari tanggal 9 sampai 18 Juni 2009 kemarin, aku diopname di RS Siloam Kebon Jeruk. Sebelumnya sudah berobat jalan karena maag, tapi ternyata seminggu kemudian harus masuk rumah sakit. Diagnosanya adalah infeksi usus (gastroduodenitis?). Gak nyangka, ternyata bakal lama, 9 hari bo' , di RS. Kirain paling lama seminggu. Penyebab lamanya antara lain karena suhu tubuhku tidak stabil. Diperkirakan infeksi masih berlangsung.

Cerita pahitnya adalah, aku jenuh berat tidak bisa jalan-jalan bahkan di sekitar RS, karena diinfus terus. Dan infusnya pun sampai empat kali ganti suntikan. Lusinan infusan, suntikan obat, vitamin, dan antibiotik (agak-agak lebay yaa..). And the food were so plain, it was awful since I had to follow strict dietaries rule.

Ada yang sedikit menarik selama dirawat. Berhubung cuma beristirahat aja, bed rest, aku selain baca-baca buku juga jadi rajin nonton TV. Selain yang rutin chanel Discovery Travel and Living dan saluran-saluran berita, aku jadi rajin nonton back-to-back episodes dari serial Friends dan The Nanny, tayangan infotainment plus reality show-reality show dari stasiun-stasiun lokal. Walopun berita tentang Manohara Odelia sudah heboh dari 1-2 bulan sebelumnya, aku baru di RS itu tuh lihat langsung (via TV maksudnya) seperti apa sih Manohara itu. Sampai terakhir yang bikin heboh lagi adalah berita Cici Paramida yang dibohongin (lagi) ama suaminya. Hmm ada-ada aja…Btw, jadi ikutan emosi tuh nontonnya dan bersimpati pada Cici Big Smile.

Terus aku juga sempat lihat satu-dua kali tayangan-tayangan seperti Duit Kaget, Bedah Rumah, Tukar Nasib, etc, yang menurut review-review yang pernah aku baca lebih berniat untuk mengkomersilkan derita kemiskinan ketimbang mencari solusi dari kemiskinan itu sendiri. Juga ada reality show seperti Termehek-Mehek dan Masihkah Kau Mencintaiku yang aku agak ragu, benarkah itu semua kisah nyata?

Jujur, aku jadi tertarik dengan acara Masihkah Kau Mencintaiku, dan aku sempat dua episode mengikuti sampai habis. Sebelumnya sudah pernah mendengar bahwa acara ini cukup banyak peminatnya. Seperti pada episode "Aku Dipisahkan dari Anak dan Istriku". Intinya dua belah pihak keluarga yang bertikai dipertemukan (wajah mereka semua ditutupi topeng ala Zorro). Ada sepasang suami istri yang berasal dari dua keluarga yang berbeda strata sosial sangat jauh. Sang suami seorang yatim dan dibesarkan oleh ibunya yang cuma seorang pedagang sayur miskin di kampung sementara sang istri anak seorang pengusaha kaya pemilik beberapa perusahaan. Sang suami, sebut saja hmm siapa yah, lupa, Romi aja kali yaa.., seorang yang pintar, lulusan terbaik waktu Sarjana dan diterima sebagai PNS di Jakarta. Sang istri, kalau tidak salah namanya Retno, merasa yakin dg pilihannya terhadap suaminya itu. Romi berulangkali dikatakan nekad oleh pembawa acara, Helmy Yahya, karena menikahi Retno yang cantik, kaya, dan jauh tingkat sosial-ekonominya. Bapak dari Retno tidak memasalahkan pilihan anaknya dan menerima dengan baik lamaran Romi. Tidak demikian dengan si Ibu dari Retno. Bahkan setelah tujuh tahun pernikahan mereka dan dikaruniai anak. Ibu Retno selalu mengomeli Romi dan memaksa Romi untuk mencari pekerjaan sampingan selain sebagai PNS. Ibu dan kakak Retno selalu menghalangi Retno jika diajak Romi untuk pindah ke rumah kontrakan kecil dengan alasan Romi tidak mungkin akan menyejahterakan anak dan istrinya. Di sini, gue ikutan emosi, lah kan sudah nikah, setuju membangun bahtera rumah tangga, walaupun kakak-adik dan orangtua tidak berhak ikut campur lagi selain memberikan saran!

Kata-kata yang dilontarkan ibu Retno sangat mencengangkan, rasanya sangat kasar, tidak masuk akal, dan seperti tidak beriman. Masak sih hari gini masih ada yang berpikir sedemikian picik seperti itu, atau apakah gue yang terlalu naif ya?

Contoh kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan ibu Retno:

  • Berapa sih gaji PNS itu?
  • Kamu nyadar dong! Kita ini kan keluarga kaya!
  • Kasih aja tuh ibu kamu yang miskin sembako-sembako jatah PNS kamu itu, kita gak butuh kok. (Saat itu si besan ibu sombong ini cuma menangis tersedu-sedu dan berulangkali berkata, iya, iya saya cuma seorang miskin…),
  • dll, dsb…

Singkat cerita, pada akhirnya ayah Retno berkata di hadapan pemirsa dan keluarganya, bahwa ia muak dengan sikap istri dan anak perempuannya (kakak Retno) dan bahwa ia akan mewariskan perusahaannya kepada Retno dan suaminya. Hah! Sedramatis itu ya?! Sementara ibu dan kakak Retno menangis-nangis memeluk ayah Retno. Hal ini jelas mengharu-birukan pemirsa, termasuk aku.

Aku harus mengakui ada banyak juga hal yang bisa dipelajari dari kisah ini. Mengenai cinta, berkeluarga, dedikasi, komitmen, keadilan Illahi, dll. Yang masih tertinggal di benakku adalah, benarkah kisah seperti ini kisah nyata dengan pemeran-pemeran yang juga nyata? Kalau iya benar, wah, ternyata banyak juga yah kisah-kisah yang rasanya aneh tapi nyata, juga beragam karakter yang ajaib.

Ada lagi sedikit hikmah yang bisa aku ambil dari tayangan-tayangan reality show dan infotainment, diluar efek-efek negatif yang disinyalir banyak orang, bahwa jangan selalu melihat ke atas, masih banyak yang lebih kurang beruntung dari kita hidupnya, bahkan untuk seorang artis seperti Cici Paramida!

Ah, sudah dulu yah catatan kecilku  kali ini, panjang ternyata. Tumben nih nulis segini banyak, habis aku agak-agak puyeng juga dengan kerjaan kantor hari ini dimana setumpuk email sudah menanti setelah ditinggal dua minggu. Bingung, mau memprioritaskan yang mana dulu, jadinya malah nyempet-nyempetin nge-blog.


Posted at 08:19 pm by artha-s-a
(1)Comments  

Tuesday, March 17, 2009
Kamu

Kamu laksana sebuah lukisan indah yang tergantung di sebuah sudut di bilik hatiku.

Tapi akankah kamu akan turut mengalir bersama darahku, melewati jantungku, setiap pembuluh darahku, nadiku,…

Hingga meneguhkan nafasku, memberi binar pada mataku, mengguratkan senyum pada bibirku, membuat tanganku menari-nari dan kakiku melangkah riang?

Posted at 08:26 pm by artha-s-a
(2)Comments  

Tuesday, March 03, 2009
Wondering

One question came accross my mind:
"Is love  a gift from God, or is it something that has to be fight for?"

I have no idea whether somebody could answer it nor the answer will be right or wrong...

Posted at 01:41 am by artha-s-a
(2)Comments  

Next Page